Lewati ke konten utama
Versi: 1.2

Cron & Routines — Agent Terjadwal

Agent terjadwal mengubah pekerjaan rutin yang selalu kamu tunda menjadi sesuatu yang "sudah selesai saat kamu bangun". Tiga use case yang terbukti paling berguna untuk solo engineer:

  1. Triage harian — tiap pagi agent membaca issue/bug report baru, memberi label, menilai severity, dan menulis ringkasan ke chat.
  2. Dependency update mingguan — agent menaikkan dependencies, menjalankan test, dan membuka PR hanya kalau semuanya hijau.
  3. Laporan progres — tiap sore agent merangkum commit, PR, dan status deploy hari itu ke Telegram/Slack.

Dua cara menjalankan

Opsi A — Cloud routines (tanpa server)

Sejak April 2026, Claude Code punya Routines: sesi agent yang berjalan di cloud Anthropic dengan trigger jadwal (cron expression, minimal interval 1 jam), webhook, atau GitHub event — dibuat lewat /schedule di CLI atau claude.ai/code/routines. Tersedia di paket berbayar sebagai research preview. (panduan)

Rumuskan routine sebagai prompt yang bisa berdiri sendiri

Routine tidak bisa bertanya balik. Prompt-nya harus memuat: konteks, definisi selesai, dan apa yang dilakukan kalau gagal.

Setiap hari kerja jam 07:00 WIB:
1. Baca semua GitHub issue baru berlabel "bug" di repo <NAMA_REPO> sejak run terakhir.
2. Untuk tiap issue: reproduksi bila memungkinkan, beri label severity (S1-S4),
dan tulis komentar berisi dugaan root cause + file yang relevan.
3. Kirim ringkasan (jumlah issue, daftar S1/S2) ke Slack channel #triage.
4. JANGAN mengedit kode. Kalau ada error, laporkan di ringkasan — jangan retry lebih dari 2x.

Checkpoint: prompt-mu menjawab tiga pertanyaan: apa triggernya, apa definisi selesainya, apa batasnya.

Daftarkan routine
claude
# lalu di dalam sesi:
/schedule
# ikuti wizard: pilih repo, tempel prompt, set cron "0 0 * * 1-5" (07:00 WIB = 00:00 UTC)

Checkpoint: routine muncul di daftar dan bisa kamu trigger manual sekali ("run now") untuk uji coba.

Uji sekali secara manual, baru biarkan jalan sendiri

Jalankan manual, baca hasilnya penuh, dan perbaiki prompt sampai output-nya persis seperti yang kamu mau tanpa intervensi.

Checkpoint: dua run manual berturut-turut menghasilkan output yang benar tanpa kamu mengoreksi apa pun.

Opsi B — Cron di server sendiri

Semua agent CLI modern punya mode non-interaktif, jadi crontab biasa sudah cukup. Cocok kalau kamu sudah punya self-hosted runner.

# crontab -e — dependency update tiap Senin 06:00
0 6 * * 1 cd /srv/repo && claude -p "Update semua dependencies minor/patch, jalankan test, dan buka PR bila hijau. Jangan sentuh major version." --allowedTools "Bash,Edit,Write" >> /var/log/agent-cron.log 2>&1

Framework seperti OpenClaw menggabungkan cron + chat: task terjadwal berjalan di server-mu dan hasilnya otomatis masuk ke Telegram/WhatsApp — praktis kalau kamu sudah memakai bridge chat dari Playbook langkah 3 jalur D.

Pola autonomous loop & stop conditions

Bentuk paling agresif dari agent terjadwal adalah loop: agent yang terus mengambil pekerjaan berikutnya dari antrian (issue tracker, TODO file) sampai kondisi berhenti terpenuhi. Aturan mainnya:

  1. Selalu ada stop condition eksplisit. Minimal tiga lapis: batas iterasi (mis. maksimal 5 task per run), batas biaya/token per run, dan batas waktu (timeout proses).
  2. Satu iterasi = satu unit kerja yang di-review-able. Loop menghasilkan PR kecil-kecil, bukan satu mega-branch.
  3. Idempotent. Run yang terpotong di tengah harus aman diulang — mulai dari membaca state (branch/PR yang sudah ada), bukan dari asumsi bersih.
  4. Dead man's switch. Kalau dua run berturut-turut gagal, loop mematikan dirinya dan mengirim alert — bukan retry selamanya.

:::warning Biaya diam-diam Agent terjadwal adalah sumber tagihan tak terduga nomor satu: run yang stuck bisa membakar token berjam-jam tanpa ada yang menonton. Pasang batas dari hari pertama — lihat Kontrol Biaya. :::

Lanjut ke

  • Event repo (PR/issue) lebih cocok ditangani di CI/CD daripada jadwal.
  • Loop yang butuh hidup 24/7 di mesin sendiri → Self-Hosted Runner.