Lewati ke konten utama
Versi: 1.2

Dari LLM ke Agent

Istilah "AI agent" dipakai untuk segala hal, dari chatbot FAQ sampai sistem yang men-deploy kode ke production. Halaman ini memberi definisi kerja yang tegas, supaya sepanjang kitab ini kita bicara hal yang sama.

Tiga generasi interaksi​

Generasi 1: CHAT Generasi 2: COPILOT Generasi 3: AGENT
β”Œβ”€β”€β”€β”€β”€β”€β”€β”€β”€β”€β”€β”€β”€β” β”Œβ”€β”€β”€β”€β”€β”€β”€β”€β”€β”€β”€β”€β”€β” β”Œβ”€β”€β”€β”€β”€β”€β”€β”€β”€β”€β”€β”€β”€β”€β”€β”€β”€β”€β”€β”€β”€β”
β”‚ kamu bertanyaβ”‚ β”‚ kamu mengetikβ”‚ β”‚ kamu memberi GOAL β”‚
β”‚ model menjawabβ”‚ β”‚ model menyarankanβ”‚ β”‚ model MENGERJAKAN β”‚
β”‚ kamu copy-pasteβ”‚ β”‚ kamu menerima/menolakβ”‚ β”‚ (edit, run, test, β”‚
β”‚ hasilnya β”‚ β”‚ per-baris/blok β”‚ β”‚ ulangi sampai beres)β”‚
β””β”€β”€β”€β”€β”€β”€β”€β”€β”€β”€β”€β”€β”€β”˜ β””β”€β”€β”€β”€β”€β”€β”€β”€β”€β”€β”€β”€β”€β”˜ β””β”€β”€β”€β”€β”€β”€β”€β”€β”€β”€β”€β”€β”€β”€β”€β”€β”€β”€β”€β”€β”€β”˜
manusia = eksekutor manusia = eksekutor manusia = REVIEWER
model = penasihat model = asisten ketik model = eksekutor

Generasi 1 β€” Chat (2022–2023). ChatGPT, Claude.ai versi awal. Model hanya menghasilkan teks. Semua eksekusi β€” menyalin kode, menjalankan, menyampaikan error balik β€” dilakukan manusia. Lambat karena kamu adalah loop-nya.

Generasi 2 β€” Copilot (2021–sekarang). GitHub Copilot, autocomplete di IDE. Model menyarankan, kamu menerima. Cepat untuk baris demi baris, tapi tidak bisa mengerjakan task: "perbaiki bug #123" bukan sesuatu yang bisa diselesaikan autocomplete.

Generasi 3 β€” Agent (2024–sekarang). Claude Code, opencode, oh-my-pi, Codex, Hermes. Kamu memberi tujuan; model membaca kode, mengedit file, menjalankan test, membaca error-nya sendiri, memperbaiki, dan mengulang β€” sampai selesai atau menyerah. Peranmu bergeser dari eksekutor menjadi reviewer dan pengarah.

Definisi kerja "agent"​

Sebuah sistem layak disebut agent kalau punya tiga hal sekaligus:

  1. Goal β€” diberi tujuan, bukan instruksi per-langkah. "Buat endpoint CRUD untuk invoices lengkap dengan test" adalah goal; "tulis fungsi ini" adalah instruksi.
  2. Tools β€” kemampuan bertindak di dunia nyata: baca/tulis file, jalankan shell, panggil API, buka browser. Tanpa tools, model hanya bisa berbicara tentang pekerjaan, bukan mengerjakan.
  3. Loop β€” siklus mencoba β†’ mengamati hasil β†’ menyesuaikan, yang berjalan tanpa manusia di setiap iterasi. Detailnya di Agentic Loop.

Rumus singkatnya:

agent = LLM + tools + loop + goal

Hilangkan satu unsur, dan kamu turun satu generasi: LLM + tools tanpa loop = function calling biasa; LLM + loop tanpa tools = chain-of-thought panjang yang tetap tidak bisa berbuat apa-apa.

"Agentic workflow" vs "agent"​

Dua istilah yang sering tertukar:

IstilahSiapa yang memegang kendali alurContoh
Agentic workflowAlur ditentukan manusia di depan (langkah A β†’ B β†’ C), tiap langkah bisa berisi LLMPipeline n8n: terima webhook β†’ LLM klasifikasi β†’ kirim Slack
AgentModel menentukan sendiri langkah berikutnya berdasarkan hasil langkah sebelumnyaClaude Code menyelesaikan issue: dia yang memutuskan file mana dibaca, test mana dijalankan

Keduanya berguna dan sering digabung: workflow deterministik untuk kerangka (trigger, notifikasi, gate), agent untuk bagian yang butuh penalaran terbuka. Bab Automation Lanjutan membahas pola gabungan ini.

Spektrum otonomi​

Otonomi bukan saklar on/off, melainkan dial. Sepanjang kitab ini kita pakai skala kasar:

LevelNamaManusia melakukanContoh
A0ManualSemuanyaNgoding tanpa AI
A1AssistedEksekusi, dengan saran AICopilot autocomplete
A2SupervisedMenyetujui tiap aksi berisikoAgent CLI default: setiap edit/shell minta izin
A3DelegatedReview hasil akhir per-task"Kerjakan issue ini, panggil aku kalau selesai" β€” pola utama playbook
A4AutonomousMenetapkan kebijakan, memantau agregatCron agent memperbaiki dependency alert tiap malam, manusia baca ringkasan mingguan

Aturan praktis kitab ini: naikkan level otonomi satu tingkat pada satu jenis task hanya setelah level sebelumnya terbukti stabil (agent jarang salah dan kesalahannya tertangkap guardrails). Kegagalan hampir semua orang yang "menyerahkan segalanya ke AI lalu kapok" adalah lompat dari A1 langsung ke A4.

Kenapa ini penting untuk playbook​

Seluruh Playbook Solo = Team adalah proses menaikkan dial otonomi secara terkendali: mulai A2 di setup agent, naik ke A3 saat remote via Telegram (kamu review dari HP, bukan menonton tiap keystroke), dan A4 terbatas di Automation Lanjutan untuk task yang sudah terbukti. Kalau kamu paham posisi dial-mu di tiap task, kamu tidak akan pernah kaget oleh agent.

Lanjut​

β†’ Agentic Loop: membedah mesin di balik semua agent modern.