Lewati ke konten utama
Versi: Next

Automation Lanjutan

Di Playbook Solo = Team, setiap pekerjaan masih kamu yang memicu: kirim instruksi, agent bekerja, kamu review. Bab ini tentang tahap berikutnya β€” pekerjaan yang memicu dirinya sendiri: agent yang bangun tiap pagi untuk triage issue, agent yang me-review setiap PR tanpa diminta, dan pipeline multi-agent yang menyelesaikan pekerjaan besar secara paralel.

Kapan layak naik ke automation penuh?​

Jangan otomasi terlalu dini. Checklist kesiapan β€” semuanya harus βœ… sebelum lanjut:

  • βœ… Playbook langkah 1–5 sudah jalan: repo punya AGENTS.md dan test harness, permission model jelas, dan review loop rutin dipakai.
  • βœ… Kamu sudah pernah menyelesaikan minimal satu siklus penuh fitur β†’ production lewat agent, dan tahu di mana agent biasanya salah di repomu.
  • βœ… Ada guardrail teknis (branch protection, CI wajib hijau, tidak ada push langsung ke main).

Kalau ada yang belum, kembali ke playbook dulu. Otomasi memperbesar apa pun yang sudah ada β€” termasuk kekacauan.

:::warning Aturan emas Semakin jarang kamu melihat pekerjaan agent, semakin ketat guardrail-nya harus. Task yang dipicu manual boleh longgar; task yang jalan sendiri jam 3 pagi harus dikurung: branch terpisah, PR (bukan push), budget cap, dan stop condition. :::

Isi bab ini​

Peta mental: tiga tempat automation hidup​

TempatContohCocok untukTrade-off
Cloud milik vendorClaude Code Routines, Managed AgentsTask terjadwal tanpa mengurus serverPaling mudah, tapi terikat ekosistem vendor
CI (GitHub Actions dkk.)claude-code-action, agent di pipelineSemua yang dipicu event repo (PR, issue, push)Gratis-ish untuk repo kecil, audit trail bagus
Server sendiriVPS + systemd + agent CLIBridge Telegram, long-running loop, data sensitifKontrol penuh, tapi kamu yang jaga uptime & keamanan

Kebanyakan setup matang memakai ketiganya sekaligus: CI untuk event repo, cloud routines untuk jadwal, server sendiri untuk bridge chat dan pekerjaan panjang.